Polisi : "Prittttt....!"
Seorang pengendara motor diberhentikan oleh Polisi karena memaksa menerobos lampu yang baru beberapa detik berubah dari kuning jadi merah
Pengendara : "aduh,....ada polisi lagi". sambil mengentikan kendaraanya dan ngedumel dalam hati
Polisi langsung mendekati pengendara motor yang beberapa langkah saja berhenti di depannya
Polisi : "Selamat siang pak!" sambil menghormat....
Si pengendara membalas dengan rada-rada malas,
Pengendara : "Siang juga om polisi"
Polisi : "Loh kok om?"
Pengendara : "Biar akrab aja om"
Polisi : "Tau apa pelanggaran anda?"
Pengendara : "Emang saya salah apa om polisi?"
Polisi : "Anda telah menerobos lampu merah!"
Pengendara : "Perasaan masih kuning deh om!"
Sambil membuka helm yang dia kenakan
Polisi : "Kok pake perasaan,....pake mata dong!" rada membentak sambil menunjuk matanya sendiri pakai telunjut tangan kiri.
Pengendara : "Pemataan masih kuning deh om."
Polisi : "Loh kok Pemataan?"
Pengendara : "Lah tadi om polisi bilang pake mata"
Polisi : "Sudah....! kamu malah ngelantur. Mana STNK dan SIM kamu?"
Sambil membuka dompet dan mecari STNK motornya si pengendara masih aja ngedumel dalam hati
Pengendara : "Duh, nih polisi belum makan siang kali yah?" bisiknya dalam hati. "Nih, pak." Sambil menunjukan STNK motornya
Polisi : "Kok cuma STNK? SIM anda mana?"
Pengendara : "Eh, anu pak, itu, ini, lupa bawa pak?"
Polisi : "Lupa, apa gak punya?"
Pengendara : "Ehem,...anu pak, ketinggalan"
Polisi : "Masa dompet bawa, STNK bawa, SIM malah lupa. Bohong kamu! Bilang aja gak punya"
Pengendara : "Maksud saya lupa bikin, pak! Adanya Kartu Mahasiswa, pak. Boleh?"
Polisi : "Boleh gundulmu!"
Pengendara : "Saya gak gundul, pak. Tapi gondrong, malahan gimbal lagi...liat dong pak!"
Polisi : "Makin ngelantur aja kamu mau, Ya sudah saya tilang yah?"
Sambil mengeluarkan buku tilang yang diselipkan di sepatu bootnya si polisi.
Pengendara : "Aduh, jangan dong om! kasianin om, ini motor saya pinjem dari temen saya. Saya kan cuma mahasiswa om. Saya gak punya SIM karena gak punya uang buat bikin om. Kan bikin SIM mahal om. Mesti lewat calo lagi.
Polisi : "Mahal, gundulmu...!"
Pengendara : "Tuh, kan om polisi mah, udah saya bilang tadi...saya tuh gak gundul om. Tapi gimbal."
Polisi : "Mahal gimbalmu....!"
Pengendara : "Ya udah deh om, gini aja deh...damai aja deh om, gimana?"
Polisi : "Damai??? damai apa maksudmu?!"
Pengendara : "Yah, si om polisi mah pura-pura pilon"
Polisi : "Apa tuh pilon?" nada suaranya mulai naik
Pengendara : "Eh enggak om,...anu om...mmmm 86 aja, gimana om?"
Sambil memisahkan dan menggenggam uang kertas pecahan 10 ribu yang memang selalu dipisahkan si pengendara motor di kantognya setiap kali mengendarai motor. Kali-kali aja ada razia hehehe.
Lalu si pengendara mencoba mencegah pak Polisi menuliskan surat tilangnya dengan menempel tangan kanan yang sudah berisi lipatan pecahan uang 10 ribu ke tangan kiri pak Polisi.
Sambil melirik uang yang ditempel si pengendara motor, sadar cuma selembar pecahan 10 ribu, si polisi langsung bicara dengan nada tinggi....
Polisi : "Apa-apaan ini??? kamu mau coba nyogok saya?"
Pengendara : "Yah, si om polisi mah masih aja pura-pura pilon. Bukan nyogok om. Tapi 86"
Polisi : "86??? Gak bisa"
Pengendara : "Yah, si om mah. Masa gak boleh om?"
Polisi : "Gak boleh kalau cuma segini!"
Pengendara : "Hadeeeh!". Sambil tepok jidat sendiri pake tuh uang 10 ribu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar